Resmi Sudah: USDA Memiliki Profil Nilai Gizi untuk Kulit Semangka

semangka
Poin-poin penting
Data USDA menunjukkan bahwa kulit semangka memiliki manfaat nutrisi yang cukup baik, termasuk kandungan serat, kalium, dan vitamin C.

Menggunakan kulit semangka sebagai bahan makanan dapat mengurangi limbah pangan; teksturnya yang renyah cocok diolah menjadi acar, salad kubis (*coleslaw*), tumisan, maupun *smoothie*.

Kulit semangka aman dikonsumsi oleh kebanyakan orang jika dicuci dengan benar, meskipun mereka yang memiliki sistem pencernaan sensitif atau harus membatasi asupan kalium mungkin perlu membatasi konsumsinya.

Kebanyakan orang biasanya menyisihkan kulit semangka dan hanya menikmati daging buahnya yang berair. Namun, bagian luar buah ini sebenarnya bisa dikonsumsi, sehingga membantu mengurangi limbah pangan sekaligus memungkinkan kita menikmati manfaat semangka secara menyeluruh. Terkait hal ini, Departemen Pertanian AS (USDA) baru saja merilis informasi nutrisi mengenai kulit semangka, yang menyoroti manfaat dari bagian buah yang sering kali diabaikan tersebut.

"Saya senang USDA kini memiliki data mengenainya, terutama karena hal ini mengubah sesuatu yang biasanya kita anggap sebagai limbah menjadi bahan pangan nyata yang kandungan nutrisinya dapat diukur," ujar Scott Keatley, RD, salah satu pendiri Keatley Medical Nutrition Therapy sekaligus dosen luar biasa bidang nutrisi di Lehman College. Meskipun sebagian masyarakat Amerika mungkin belum terbiasa mengonsumsi bagian buah yang renyah ini, kulit semangka sebenarnya umum dikonsumsi dalam berbagai budaya, kata Sandra Zhang, RDN, dari Frances Stern Nutrition Center di Tufts Medical Center.

"Kebanyakan orang tidak menyadari bahwa bagian luar buah dan sayuran bisa dimakan dan bergizi," kata Lisa Moskovitz, RD, pendiri The NY Nutrition Group dan penulis *The Core 3 Healthy Eating Plan*. "Meskipun rasanya mungkin tidak senikmat daging buahnya, kulit buah dan sayuran tersebut memiliki nilai gizi yang berharga."

Walaupun data USDA tidak menunjukkan bahwa kulit semangka lebih bergizi daripada daging buahnya yang berwarna merah, bagian buah yang sering kali diabaikan ini tetap memiliki nilai gizi.

Nutrisi apa saja yang terkandung dalam kulit semangka?
Berikut adalah kandungan nutrisi yang bisa Anda dapatkan dari mengonsumsi 1/3 cangkir kulit semangka yang dipotong dadu, menurut data USDA:

1/3 cangkir kulit semangka potong dadu
Kalori: 10
Serat: 1 gram
Kalium: 140 miligram
Vitamin C: 4 miligram

Namun, kecil kemungkinannya orang akan mengonsumsi kulit semangkanya saja. Anda bisa mendapatkan kandungan nutrisi berikut jika mengonsumsi 3/4 cangkir daging buah semangka tanpa biji beserta kulitnya, menurut USDA:

3/4 cangkir daging buah semangka tanpa biji dan kulitnya
Kalori: 40
Serat: 1,4 gram
Kalium: 252 miligram
Vitamin C: 12,1 miligram

Mengapa kulit semangka layak dikonsumsi
Zhang membandingkan profil nutrisi kulit semangka dengan mentimun. "Kulit semangka bahkan mungkin sedikit lebih bergizi karena kandungan kalium dan vitamin C-nya," ujarnya.

Akan tetapi, Keatley mengingatkan agar tidak melebih-lebihkan manfaat gizinya. "Kulit semangka bukanlah sumber nutrisi yang luar biasa hebat, namun tetaplah sebuah makanan," katanya. "Ini lebih merupakan tambahan nutrisi saja, dan itu hal yang wajar-wajar saja."

Nutrisi yang baik tidak berarti setiap bahan harus berupa *superfood*, kata Keatley. Moskovitz sependapat. "Meski tidak signifikan, kulit semangka tetap menyumbangkan sedikit serat dan antioksidan," ujarnya.

"Manfaat yang lebih besar mungkin terletak pada aspek kuliner dan lingkungan," kata Keatley. "Anda memanfaatkan bagian besar dari semangka yang biasanya dibuang begitu saja dan mengubahnya menjadi bahan makanan lain."

Hal yang perlu diketahui sebelum mengonsumsi kulit semangka
Kebanyakan orang dapat mengonsumsi kulit semangka dengan aman asalkan dicuci bersih terlebih dahulu, kata Zhang. Meski demikian, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

"Seseorang yang dianjurkan untuk membatasi asupan kalium karena alasan medis harus memperhitungkan kandungan kaliumnya, sama seperti saat mengonsumsi makanan lain yang mengandung kalium," kata Keatley. Karena kulit semangka berserat, ia menyarankan untuk memulainya dengan porsi kecil jika Anda memiliki saluran pencernaan yang sensitif.

Cara memanfaatkan kulit semangka
Kulit semangka ternyata sangat serbaguna di dapur. (Kami memanfaatkannya dalam resep acar kulit semangka karya penulis buku masak Sheela Prakash dan acar kulit semangka berbalut *bacon* karya sejarawan Jessica B. Harris.)

Selain dijadikan acar, para ahli gizi menyarankan untuk menyerut kulit semangka menjadi hidangan *slaw* (salad kubis), mengolahnya dalam tumisan, atau bahkan mencampurkan potongannya ke dalam *smoothie*. "Anda mendapatkan tambahan nutrisi sekaligus mengurangi limbah makanan," ujar Keatley.

Menurut para ahli, bagi kebanyakan orang, tidak ada alasan untuk tidak mengonsumsi bagian luar semangka ini. "Jika Anda ingin mencoba sesuatu yang baru, kulit semangka layak untuk dicoba," kata Moskovitz.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *