Mereka menyebutnya sebagai burung paling berbahaya di dunia, namun ia justru melakukan kegiatan berkebun.

katsuari

Kasuari selatan, Casuarius casuarius, memiliki tinggi hampir enam kaki (sekitar 180 cm) dan berat yang bisa menyamai berat seorang pria dewasa. Pada setiap kakinya terdapat cakar bagian dalam yang menyerupai belati dengan panjang mencapai sekitar lima inci (sekitar 13 cm). Burung ini hidup di hutan hujan Australia bagian utara dan Papua, serta dikenal luas sebagai burung paling berbahaya di dunia.

Namun, catatan yang ada menunjukkan kenyataan yang lebih kompleks. Begitu pula dengan kondisi hutan, yang sangat bergantung pada burung ini—bahkan lebih daripada hewan lainnya.

Burung yang Menakutkan dengan Rekam Jejak yang Tidak Terlalu Agresif
Kasuari mampu berlari cepat hingga sekitar 30 mil per jam (sekitar 48 km/jam), melompat tinggi, dan menyerang dengan tendangan ke arah depan. Kasuari jantan mengerami telur selama sekitar 50 hari, kemudian menjaga anak-anaknya yang bercorak garis-garis selama berbulan-bulan; pada masa inilah mereka menjadi sangat protektif.

Meski demikian, serangan tergolong jarang terjadi, dan kematian akibat serangan tersebut jauh lebih langka lagi. Sebuah tinjauan terhadap 221 kasus serangan kasuari yang tercatat di Queensland menunjukkan bahwa kelompok terbesar—sebanyak 109 kasus—melibatkan burung yang mendekati manusia untuk meminta makanan. Sebagian besar burung tersebut telah belajar mengaitkan manusia dengan pemberian makanan. Jumlah serangan yang bersifat defensif—seperti saat melindungi telur, anak burung, atau ketika burung tersebut terpojok—jauh lebih sedikit.

Hanya tercatat dua kasus kematian manusia:

seorang remaja berusia 16 tahun di Queensland pada tahun 1926, yang sempat menyerang burung tersebut dengan tongkat sebelum akhirnya burung itu berbalik menyerangnya;

seorang pria di Florida pada tahun 2019, yang tewas akibat serangan kasuari yang ia pelihara di lahannya.

Dalam kedua kasus tersebut, pelakunya bukanlah burung liar yang tiba-tiba menyerang pejalan kaki. Para ahli memberikan saran sederhana: jangan pernah memberi makan kasuari, jauhkan anjing, dan mundurlah secara perlahan sambil menempatkan benda seperti tas punggung atau pohon sebagai penghalang antara Anda dan burung tersebut.

Sang Penjaga Hutan Hujan
Tugas terpenting burung kasuari adalah menyebarkan biji-bijian. Di kawasan Tropis Basah Australia, kasuari memakan buah dari lebih dari 200 spesies tumbuhan dan menelan banyak di antaranya secara utuh, termasuk biji-bijian yang lebarnya mencapai sekitar dua setengah inci (sekitar 6,3 cm).

Hanya sedikit hewan lain yang mampu memindahkan biji sebesar itu. Biji-bijian tersebut melewati saluran pencernaan burung ini dan keluar bersama kotorannya—terkadang hingga lebih dari setengah mil (sekitar 800 meter) dari pohon induknya—lengkap dengan pupuk alami. Bagi beberapa jenis pohon hutan hujan, kasuari merupakan sarana utama untuk menyebar ke wilayah baru. Para peneliti memperkirakan bahwa 70 hingga 100 spesies tumbuhan sangat bergantung pada burung ini.

Hal ini menjadikan kelangsungan hidup kasuari sebagai isu krusial bagi seluruh ekosistem hutan. Di Australia, populasi burung ini dikategorikan sebagai spesies terancam punah menurut hukum nasional. Survei nasional terakhir, yang dilakukan lebih dari satu dekade lalu, memperkirakan jumlah populasi kasuari mencapai sekitar 4.400 ekor; namun, jumlah pastinya saat ini tidak diketahui. Ancaman nyata yang dapat diukur antara lain adalah tertabrak kendaraan, serangan anjing, hilangnya habitat, serta cuaca ekstrem dan kebakaran yang merusak pohon-pohon penghasil buah. Negara bagian Queensland sempat menguji coba pemasangan rambu jalan yang dapat mendeteksi keberadaan kasuari dan memberi peringatan kepada pengemudi; dalam uji coba tersebut, rambu ini terbukti berhasil memperlambat laju kendaraan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *