Sebuah pesawat kecil menabrak gedung pencakar langit tertinggi di ibu kota Tiongkok. Beberapa jam kemudian, suasananya seolah-olah tidak terjadi apa-apa.

Sebuah pesawat kecil menabrak gedung pencakar langit tertinggi di ibu kota Tiongkok. Beberapa jam kemudian, seolah-olah tidak terjadi apa-apa.

Pada Jumat sore, sebuah pesawat kecil tampak berhasil menghindari salah satu aturan pengendalian penerbangan paling ketat di dunia dan menabrak gedung pencakar langit tertinggi di Beijing—Menara CITIC setinggi 109 lantai yang mendominasi cakrawala kota—sehingga menewaskan pilot dan melukai 13 orang lainnya.

Kecelakaan itu menyebabkan serpihan kaca dan puing pesawat jatuh dari ketinggian ratusan kaki ke jalanan di bawahnya tepat saat para pekerja kantoran hendak pulang untuk akhir pekan, memicu kepanikan di jantung kota yang paling dijaga ketat di Tiongkok tersebut.

Tak lama kemudian, suasana kembali seolah-olah tidak terjadi apa-apa.

Segala penyebutan mengenai insiden itu—beserta rekaman videonya yang mengejutkan—telah dihapus dari media sosial Tiongkok. Pemerintah awalnya tidak mengakui secara terbuka bahwa insiden apa pun telah terjadi. Media pemerintah—termasuk penyiar nasional CCTV yang berkantor tepat di seberang jalan dari lokasi kecelakaan—sama sekali tidak memberitakan insiden tersebut.

Hal itu terjadi berkat kerja keras pasukan penyensor Tiongkok serta kontrol ketat dan obsesif otoritas Komunis terhadap informasi—terutama terkait peristiwa yang mereka anggap dapat memicu sorotan atau konsekuensi negatif.

Kekosongan informasi tersebut menyisakan berbagai pertanyaan tak terjawab bagi mereka yang menyaksikan peristiwa itu atau melihat laporannya. Selama hampir seharian penuh, jumlah korban luka dalam insiden tersebut tidak diketahui.

Pada Jumat sore, sebuah pesawat kecil tampak berhasil menghindari salah satu aturan pengendalian penerbangan paling ketat di dunia dan menabrak gedung pencakar langit tertinggi di Beijing—Menara CITIC setinggi 109 lantai yang mendominasi cakrawala kota—sehingga menewaskan pilot dan melukai 13 orang lainnya.

Kecelakaan itu menyebabkan serpihan kaca dan puing pesawat jatuh dari ketinggian ratusan kaki ke jalanan di bawahnya tepat saat para pekerja kantoran hendak pulang untuk akhir pekan, memicu kepanikan di jantung kota yang paling dijaga ketat di Tiongkok tersebut.

Tak lama kemudian, suasana kembali seolah-olah tidak terjadi apa-apa.

Segala penyebutan mengenai insiden itu—beserta rekaman videonya yang mengejutkan—telah dihapus dari media sosial Tiongkok. Pemerintah awalnya tidak mengakui secara terbuka bahwa insiden apa pun telah terjadi. Media pemerintah—termasuk penyiar nasional CCTV yang berkantor tepat di seberang jalan dari lokasi kecelakaan—sama sekali tidak memberitakan insiden tersebut.

Hal itu terjadi berkat kerja keras pasukan penyensor Tiongkok serta kontrol ketat dan obsesif otoritas Komunis terhadap informasi—terutama terkait peristiwa yang mereka anggap dapat memicu sorotan atau konsekuensi negatif.

Kekosongan informasi tersebut menyisakan berbagai pertanyaan tak terjawab bagi mereka yang menyaksikan peristiwa itu atau melihat laporannya. Selama hampir seharian penuh, jumlah korban luka dalam insiden tersebut tidak diketahui.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *