Seorang wanita asal Australia meninggal dunia setelah terjatuh dari tebing di sebuah pantai wisata populer di dekat Bali, Indonesia.
Brianna Cronin (29 tahun), seorang ahli ekologi asal Queensland, ditemukan tergeletak di sisi tebing Pantai Kelingking di Pulau Nusa Penida, sebelah timur Bali, pada Sabtu pagi waktu setempat.
Insiden tersebut pertama kali dilaporkan oleh seorang warga setempat, yang kemudian mendorong wisatawan di sekitar lokasi untuk memberi tahu petugas penyelamat, dan tim layanan darurat pun dikerahkan ke lokasi kejadian.
Cronin terjatuh sebelum mereka sempat menjangkaunya.
Koordinator unit siaga Nusa Penida, Cakra Negara, mengatakan bahwa Cronin sedang mencari jalan menuju tepi tebing saat ia terpeleset.
“Berdasarkan informasi dari lapangan, korban diperkirakan jatuh sekitar pukul 09.00 pagi,” ujarnya. “Saat itu, korban sedang mencari jalan sendiri menuju tepi tebing sebelum terpeleset dan jatuh ke dalam jurang.”
Pejabat Kepolisian Klungkung, Iptu I Dewa Nyoman Alit Purnawibawa, mengatakan bahwa jenazah Cronin ditemukan di pantai, sebagaimana dilaporkan oleh Bali Times. Pihak kepolisian menyampaikan kepada surat kabar tersebut bahwa saat mencapai pesisir di bawah tebing, “korban sudah meninggal dunia”.
Pemeriksaan medis menunjukkan bahwa ia mengalami sejumlah patah tulang dan cedera lainnya akibat benturan dengan bebatuan di sepanjang dinding tebing. Ia kemudian diamankan di atas tandu untuk mempermudah proses evakuasi.
Evakuasi melalui jalur laut tidak dapat dilakukan karena kondisi air pasang di pantai; sebagai gantinya, jenazah Cronin dibawa kembali ke atas melalui tangga tebing yang curam dan sempit oleh tim penyelamat dan warga setempat yang bekerja sama dalam operasi yang berlangsung selama sekitar satu setengah jam.
Rekaman yang dibagikan oleh badan pencarian dan pertolongan setempat, Basarnas Bali, memperlihatkan petugas penyelamat dan warga yang bahu-membahu membawa jenazah melewati jalur yang sulit tersebut. Ia kemudian menjalani pemeriksaan di Klinik Griya Medica di Nusa Penida.
Premier Queensland, David Crisafulli, mengatakan bahwa kematian Cronin telah mengguncang negara bagian tersebut.
“Seorang perempuan muda yang sedang menjalani perjalanan impiannya—aktif dan menikmati hidup—lalu nyawanya terenggut dalam sekejap mata seperti itu; sungguh, sungguh sangat menyedihkan,” ujarnya pada hari Minggu.
“Saya menyampaikan belasungkawa kepada keluarga serta orang-orang terkasihnya, baik yang bersamanya maupun yang berada di kampung halaman. Saya rasa seluruh warga Queensland turut merasakan hal ini dan terbangun dalam suasana duka yang mendalam.”
Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia menyatakan pihaknya sedang memberikan bantuan kekonsuleran kepada keluarga Cronin.
“Kami menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada pihak keluarga di masa sulit ini. Karena kewajiban menjaga privasi, kami tidak dapat memberikan komentar lebih lanjut,” ujar seorang juru bicara. “Pihak keluarga meminta privasi selama masa sulit ini.”
Pantai Kelingking—yang terkadang disebut Teluk T-Rex karena bentuk tebing yang mengelilinginya—terletak di pesisir Nusa Penida, sekitar 20 km di sebelah tenggara Bali. Pantai ini merupakan salah satu objek wisata yang paling banyak dikunjungi di pulau tersebut, menarik banyak orang berkat pemandangan indah dari tebing pesisir setinggi 180 meter; namun, aktivitas berenang di sana dilarang sepanjang tahun karena arus laut yang berbahaya.
Menurut AllTrails, jalur menuju pantai—yang mengarah ke hamparan pesisir tersembunyi di Desa Bunga Mekar—tergolong sebagai jalur pendakian sulit sepanjang sekitar 1,12 km yang dapat memakan waktu hingga satu jam perjalanan.
Lokasi ini sempat menarik perhatian luas terkait rencana pembangunan lift kaca setinggi 182 meter yang dirancang untuk membawa wisatawan turun ke pantai tanpa harus menempuh jalur jalan kaki yang curam.
Lift tersebut—yang rencananya dilengkapi dengan anjungan pandang dan struktur penyangga yang tertanam pada dinding tebing—dipromosikan oleh pihak pengembang sebagai cara untuk meningkatkan pariwisata dengan mempermudah akses pengunjung agar tidak perlu menuruni jalur curam. Namun, pembangunan dimulai tanpa izin yang sah dan segera memicu penolakan keras dari politisi setempat serta wisatawan yang khawatir akan dampaknya terhadap kelestarian alam lokasi tersebut.
Gubernur Bali telah memerintahkan pembongkaran struktur tersebut dalam waktu enam bulan, namun investor asal Tiongkok yang terlibat masih terjebak dalam sengketa hukum dengan pemerintah daerah, dan kerangka logam yang baru sebagian terbangun masih berdiri di dinding tebing.











Leave a Reply